Popular Women

Wednesday, December 14, 2011

Bedaannya Buaya Darat Dan Buaya Sungai

Apa sih perbedaannya buaya darat dan buaya sungai? Buaya darat adalah suatu istilah untuk pria yang suka mempermainkan perempuan atau pria yang tidak setia kepada pasangan, atau bisa juga dengan istilah lain “laki- laki hidung belang”. Mengapa harus disebut buaya darat?Nampaknya sebutan buaya darat ini hanya ada di Indonesia kalau dalam bahasa Inggris tidak ada istilah “crocodile land” paling juga disebut “playboy”. Dan buaya darat itu tertuju pada pria nakal, lalu apa sebutan untuk sebaliknya bagi wanita nakal? Apakah buaya betina? Itulah perbedaan antara Buaya sungai dan buaya darat. Nampaknya buaya darat tidak mengenal gender tidak ada pria wanita jadi semua buaya darat adalah pria. Perbedaan Buaya sungai dan buaya darat, biasa jadi obrolan santai atau obrolan guyon di warung kopi, ditempat kerja atau dalam forum-forum yang tidak resmi pernah juga jadi pertanyaan di sosial media. Istilah buaya darat sudah ada sebelum lagu grup ratu "Lelaki buaya darat" populer mulainya tidak ada yang tahu pasti, mungkin juga sejak bahasa Indonesia ini dipakai menjadi bahasa resmi atau sejak jadi bahasa pemersatu yang diucapkan dalam sumpah pemuda. Menurut lirik lagu Ratu bahwa buaya darat adalah :” Lelaki buaya darat itu cuma manis di mulut, tapi hati bagai serigala. Ia seperti kumbang
yang setelah menghisap madu lalu menghilang”. Jadi hanya perumpamaan saja atau istilah saja karena buaya yang sesungguhnya tidak seperti yang berada dalam lirik lagu yang menggambarkan bahwa buaya itu mahluk atau pemangsa yang jahat. Tetapi sebetulnya buaya adalah termasuk binatang yang setia kepada pasangannya lho sama halnya dengan burung merpati yang melambangkan keabadian pasangan. Perumpamaan karakter manusia dengan binatang sebetulnya bukan hanya pada buaya saja misalnya binatang seperti tikus yang menggambarkan koruptor. Seperti yang sudah dibahas pada posting terdahulu ada sebuah akun facbook dengan photo profil bergambar binatang. Tapi ada juga binatang yang mendapat kehormatan menjadi bagian tujuh keajaiban dunia seperti komodo. Dari uraian berikut nampaknya menjelaskan mengapa istilah untuk lelaki yang suka mempermainkan perempuan mendapat julukan buaya darat. Jadi selengkapnya inilah beda antara buaya sungai dan buaya darat 1. Habitat, Habitat Hidup jelas bahwa buaya sungai hidup di air sungai yang tidak deras, muara atau rawa sedangkan buaya darat hidup di kota atau di desa serta mudah beradaptasi. 2. Cara makan, buaya sungai makan ramai- ramai berkelompok sedangkan buaya darat makan sendirian 3. Mangsa, mangsa buaya sungai adalah binatang herbivora seperti kancil, ikan, kebanyakan mangsanya dibiarkan jadi
bangkai dan setelah jadi bangkai baru disantap kecuali dalam keadaan kelaparan, tidak pernah makan bangsa sendiri. Ketika diterkam mangsa akan berusaha lari. Sedangkan buaya darat yang dimakan adalah bangsa sendiri dari jenis yang berlainan. Dan ketika mangsa diterkam mangsanya akan diam saja. 4. Buaya sungai menyakiti mangsa secara fisik sampai mati sedangkan buaya darat menyakiti hanya hati 5. Penampilan buaya sungai menakutkan mangsa dengan sejumlah taring yang runcing sehingga menangkap mangsa secara diam-diam. Sedangkan buaya darat penampilannya seperti dalam lirik lagu manis di
mulut juga menawan hati sehingga menangkap mangsa terang-terangan anehnya mangsanya juga kadang-kadang sadar bahwa dia kena perangkap tapi tidak berusaha lari. Mengapa demikian?(jawab nanti di kolom komentar). Itulah Sedikit perbedaan antara buaya sungai dan buaya darat mudah mudahan dengan image buruk terhadap buaya manusia lantas tidak memusuhi buaya karena di Indonesia buaya termasuk binatang yang dilindungi sama halnya seperti reptil lain komodo atau penyu. Pemberian julukan Buaya darat untuk lelaki hidung belang rupanya karena buaya dalam arti sesungguhnya adalah pemakan bangkai. Yang Bangkai adalah sampah yang sangat menjiikan selain bau juga menyimpan bibit penyakit. Karena tidak ada buaya yang makan kancil atau kijang disembelih dulu seperti layaknya manusia menyembelih ternak. Pemberian nama dengan konotasi buruk tertuju pada pria bukan pada wanita, karena dalam hal ini wanita yang jadi korban. Bagi kaum laki- laki tidak usah iri dengan hal tersebut sebab tidak semua pria adalah buaya darat. Karena untuk predikat wanita yang tidak baik ada julukan yang lain selain kata buaya. Yang penting bagi wanita terutama anda remaja putri jangan sampai jadi mangsa atau bangkai sebagai panganan buaya darat. Disini anda dituntut untuk waspada untuk tidak menjadi mangsa buaya darat serta belajar mengenali laki baik-baik dengan lelaki buaya darat. Itulah pendapat blogger mengenai beda antara buaya sungai dan buaya darat. Bagaimana pendapat anda? Apakah anda pernah jadi korban buaya darat...? heheehe atau anda jadi buaya nya?....wkwkwk...

No comments:

Post a Comment

Labels